Jumat, 19 Agustus 2011

CIRI-CIRI WANITA AHLI SURGA

Rasulullah bersabda : "AWWALU MAA TUS-ALUL MARATU YAUMAL QIYAAMATI ANSHOLAATIHAA WA AN BA LIHAA" (Al Hadits). "Pertama kali yang dipertanyakan kepada seorang istri pada hari kiamat adalah tentang sholatnya dan suaminya".

Rasulullah bersabda : " Permulaan yang di perhitungkan dari seorang lelaki (suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-perkara yang di kuasainya. jika pergaulannya bersama mereka baik dan lelaki itu baik kepada semuanya, maka Allah membuat bagus kepadanya. Dan permulaan perkara yang di perhitung (yakin dihisab) bagi perempuan adalah tentang sholatnya kemudian tentang hak-hak suaminya. (al hadits)

Rasulullah SAW bersabda kepada istrinya : "dimana engkau mempunyai kewajiban kepada suami mu?, istri Beliau menjawab: "aku tidak akan berbuat lalai dalam melayaninya, kecuali terhadap hal-hal yang kurasa tidak mampu ku lakukan.

Rasulullah SAW pun melanjutkan ; "Bagaimanapun kamu bergaul bersamanya maka sesungguhnya suamimu adalah surga dan neraka mu". (al hadits)

Tersebut dalam riwayat, bahwa Nabi SAW bersabda : "Ada empat macam wanita yang masuk surga dan empat macam wanita yang lain masuk neraka.
Diantara empat macam wanita yang masuk surga itu adalah :
1. Istri yang memelihara kesucian (kehormatan dirinya),
2. Menaati perintah Allah dan menaati suaminya,
3. Banyak anaknya, penyabar, mudah menerima pemberian sedikit bersama suaminya,
4. Mempunyai rasa malu.

yang lain adalah istri yang di tinggal mati suaminya, ia mempunyai anak banyak tetapi ia menahan diri untuk kepentingan anak2nya, memelihara mereka, berlaku baik kepada mereka dan tidak menikah lagi karena khawatir jika menyia-nyiakan anak-anaknya itu.

Rasulullah SAW bersabda : "Allah mengharamkan setiap orang masuk surga sebelum aku, hanya saja melihat dari sebelah kananku seorang perempuan yang mendahului aku menuju pintu surga.

Aku bertanya : "Bagaimana perempuan ini mendahuluiku?... dijawab : "Hai Muhamammad, dia adalah perempuan yang bagus. ia mempunyai anak-anak yatim tetapi ia bersabar merawat mereka sehingga mencapai usia baligh. lalu ia bersyukur kepada Allah terhadap semua itu". (al hadits)

Ibnu Abbas Ra mengatakan, ada seorang perempuan dari kats'am menghadap Rasulullah SAW, katanya : "Aku ini seorang perempuan yang masih sendirian, aku bermaksud menikah. Sesungguhnya apa sajakah hak-hak suami itu?
Beliau menjawab : "Apabila suami menghendaki istrinya seraya terus menggoda, sementara waktu itu istrinya masih diatas punggung unta, maka dia tidak boleh menolaknya.
Diantara hak-hak seorang suami adalah :
  1. Hendaknya istri jangan memberikan sesuatu apapun dari rumahnya kecuali seizin suaminya. klo ia masih melakukan perbuatan itu, maka ia berdosa dan pahalanya diberikan kepada suaminya.
  2. Hendaknya istri jangan berpuasa sunnah kecuali mendapat izin dari suaminya, kalau dia tetap berpuasa maka hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, puasanya tidak diterima.
  3. Kalau istrinya memaksa keluar rumah tanpa memperoleh izin dari suaminya, maka ia dilaknati oleh para malaikat, hingga kembali dan bertaubat. (al hadits)
Rasulullah ditanya oleh putrinya Sayyidatina Fatimah Az-Zahra tentang penglihatan Beliau SAW mengenai wanita yang ditemuinya di neraka dan Nabi menjawab : "....Wahai putriku, (1) Perempuan yang digantung menggunakan rambutnya sendiri adalah disebabkan ia tidak menutup rambutnya dari pandangan laki-laki lain, (2) Perempuan yang digantung menggunakan lidahnya disebabkan ia suka manyakiti hati suaminya, (3) Perempuan yang digantung menggunakan kedua susunya disebabkan ia mengotori tempat tidur suaminya (dia bersetubuh dengan laki-laki lain), (4) Perempuan yang dipasung kedua kakinya pada kedua susu dan kedua tangannya dirantai keubun-ubunnya, sementara Allah memerintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksanya, disebabkan dia tidak mandi jinabat, tidak mandi setelah haid, dan meremehkan sholat, (5) Perempuan yang berkepala babi dan keledai sesungguhnya perempuan itu suka mengadu-adu lagi pendusta, (6) adapun perempuan yang berbentuk anjing dan membakar dirinya masuk melalui mulut dan keluar melalui duburnya, sesungguhnya disebabkan dia perempuan yang suka mengungkit-ungkit (pemberian dari suaminya) lagi berhati dengki. Wahai putriku, celaka sekali istri yang bermaksiat (durhaka) kepada suaminya". (Al hadits)


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini dikutip dr http://meyheriadi.blogspot.com
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Selasa, 16 Agustus 2011

KEUTAMAAN MELAKSANAKAN SHOLAT TARAWIH

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
  5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
  9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan.
http://wongalus.wordpress.com/

Selasa, 02 Agustus 2011

Doa Sholat Taraweh



بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم اجعلنا بالايمان كاملين. وللفرائض مؤدين. وللصلاة حافظين. وللزكاة فاعلين. ولما عندك طالبين. ولعفوك راجين. وبالهدى متمسكين. وعن اللغو معرضين. وبالقضاء راضين. وللنعماء شاكرين. وعلى البلاء الصابرين. وتحت لواء محمد صلى الله عليه وسلم يوم القيامة سائرين. وإلى الحوض واردين. وإلى الجنة داخلين. ومن النار ناجين. وعلى سرير الكرمة قاعدين. ومن حور عين متزوجين. ومن سندس واستبراق وديباج متلبسين. ومن طعام الجنة أكلين. ومن لبن وعسل مصفى شاربين. بأكواب وأباريق من معين مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. وحسن اولئك رفيقا. ذالك الفضل من الله وكفى بالله عليما.  اللهم اجعلنا في هذه الليلة الشهر الشريفة المباركة من السعداء المقبولين. ولاتجعلنا من الاشقياء المردودين. وصلى الله على محمد وأله وصحبه أجمعين برحمتك ياأرحم الرحمين. والحمد لله رب العالمين.
دعاء صلاة  الوتر
بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم تقبل منا صلاتنا وصيامنا وركوعنا وسجودنا وتسبيحنا وتهليلنا وتهجدنا وضحى أنا ولاتضرب وجوهنا ياإله العالمين. وياخير النصرين برحمتك ياأرحم الرحمين.

Minggu, 31 Juli 2011

PTK MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU

Terdapat beberapa alasan mengapat PTK, merupakan modal dasar dalam membangkitkan prosfesionalisme Guru, yang antara lain:
    1. PTK mengkodisikan Guru tidak hanya menjadi praktisi mengajar, yang cepat puas terhadap kinerjanya yang mekanistik dan tidak dinamik, Namun melalui PTK akan selalu mengadakan perbaikan secara  terus menerus, dan menstimuli penemuan-penemuan [Inovasi[ dalam pemebelajaran yang efektif, efisien dan Rasional. 
    2. PTK memberikan nuansa yang etis, sehingga Guru akan lebih peka dan kritis  serta memiliki pemikiran yang reflektif terhadap segela materi yang disampaikan kepada muridnya 
    3. Secara  dini akan segera mengetahui  kelemahan-kelemahan yang terjadi di kelas, dan ketika proses pembelajar berlangsung

      Rabu, 27 Juli 2011

      ILMU BADII’


      Thibaaq wa Muqaabalah
      Thibaaq : menggabungkan dua hal yang saling bertentangan dalam sebuah kalam.
      Muqabalah : jenis thibaq dimana terdapat dua makna atau lebih yang diikuti (disusul) dengan lawannya secara urut.

      Sajak : kesesuaian pada akhir dari hentian-hentian (waqaf) pada natsr. Dalam syi’r, yang demikian ini disebut dengan qafiyah.
      Sebagian ulama tidak sepakat apabila dikatakan bahwa kebanyakan ayat Al-Qur’an merupakan sajak-sajak. Dalam hal ini mereka lebih suka menyebutnya sebagai faashilah (jamak : fawaashil). Mereka mengemukakan dua alasan :
      1) Sajak itu mesti berulang-ulang sebagaimana qafiyah dalam syi’r. Sementara, apa yang terdapat dalam Al-Qur’an tidaklah seluruhnya demikian.
      2) Sajak itu dibuat dengan mengalahkan makna dalam rangka kesesuaian bunyi atau lafazh. Sementara, Al-Qur’an sangat memelihara makna atau menjadikan makna sebagai hal ang terpenting diatas yang lainnya.

      Jinas : keserupaan lafazh antara dua kata atau lebih tanpa disertai keserupaan makna.
      Jinas ada dua : taamm dan naaqish

      Tauriyah : penggunaan dua kata yang sama dengan makna yang berbeda.

      Jumat, 08 Juli 2011

      ILMU MA'ANI

      ILMU MA’ANI
      Asas dari jumlah ialah isnad. Jumlah terbagi dua : jumlah khabariyah dan jumlah insya-iyah.

      Khabar dan Insya’
      Jenis-jenis insya’ yang terpenting : amr, nahy, istifham, dan tamanniy

      Tujuan-tujuan Khabar
      1) Tujuan asal dan yang lazim ialah untuk memberitahu kepada mukhathab sesuatu yang belum ia ketahui.
      2) Tujuan lainnya ialah ta’tsir nafsi (memberikan kesan kejiwaan) yang meliputi : ‘izhah (nasihat), sikhriyah(olok-olok), istihtsaats (membangkitkan semangat), dan madh (pujian).

      Bentuk-bentuk Khabar
      1) Uslub (dharb) ibtida-iy : tanpa adat ta’kid, digunakan apabila mukhathab dalam keadaan khaliy al-dzihni.
      2) Uslub (dharb) thalabiy : menggunakan satu ta’kid, digunakan apabila mukhathab ragu-ragu sehingga membutuhkan penegasan.
      3) Uslub (dharb) inkariy : menggunakan dua ta’kid atau lebih, digunakan jika mukhathab mungkir terhadap khabar.

      Amar dan Nahy
      Shighat-shighat amar : 1) F’il amar. 2) Fi’il mudhari’ yang didahului oleh laam amr. 3) Mashdar sebagai pengganti fi’il amar
      Makna amar : talab al-fi’il dari otoritas yang lebih tinggi kepada otoritas yang lebih rendah.
      Makna nahy : talab tark al-fi’il dari otoritas yang lebih tinggi kepada otoritas yang lebih rendah.
      Namun terkadang amar dan nahy mempunyai makna lain: 1) Doa. 2) Tahqiir. 3) Tahdiid. 4) Nasihat. 5) Sikhriyyah (olok-olok)

      Istifham : Adat-adatnya
      1) Dua huruf : hamzah dan hal. Perbedaan antara hamzah dan hal : a) Hamzah bisa digunakan untuk menuntut penentuan pilihan. Dalam hal ini hamzah disertai dengan huruf “am” (atau). b) Pertanyaan dengan hamzah cocok jika digunakan menghadapi orang yang ragu-ragu atau mendustakan.
      2) Sembilan isim : 1.Maa : menuntut definisi hakikat yang ditanyakan. 2.Man : menuntut penentuan yang ditanyakan berupa isim atau shifat yang berakal. 3.Ayyu : menuntut penentuan salah satu dari hal-hal yang di-idhafah-kan kepadanya. 4.Kam : menanyakan jumlah. 5.Kaifa : menanyakan hal (keadaan). 6.Aina : menanyakan tempat. 7.Annaa : terkadang bermakna “darimana (min aina)” dan terkadang bermakna “bagaimana (kaifa)”. 8.Mataa : menanyakan waktu. 9.Ayyaana : menanyakan waktu

      Istifham : Makna-makna Yang Ditimbulkannya
      Terkadang istifham bisa menimbulkan makna yang bukan makna asli istifham. Makna-makna tersebut ialah:
      1) Ta’ajjub
      2) Taubikh
      3) Istihzaa’
      4) Wa’iid
      4) Tamanniy
      5) Taqriir
      6) Istibthaa’
      7) Istihtsaats
      8) Tahwiil

      Tamanniy
      1) Laita
      2) Hal
      3) La’alla
      4) Lau laa
      5) Lau maa



      ILMU BALAGHOH

      Definisi Ilmu Balaghah
      Ilmu Balaghah ialah ilmu untuk menerapkan (mengimplementasikan) makna dalam lafazh-lafazh yang sesuai (muthabaaqah al-kalaam bi muqtadhaa al-haal).

      Tujuan ilmu balaghah : mencapai efektifitas dalam komunikasi antara mutakallim dan mukhathab.

      Jenis-jenis Ilmu Balaghah :
      • Ilmu Ma’ani : ilmu yang mempelajari susunan bahasa dari sisi penunjukan maknanya, ilmu yang mengajarkan cara menyusun kalimat agar sesuai dengan muqtadhaa al-haal.
      • Ilmu Bayan : ilmu yang mempelajari cara-cara penggambaran imajinatif. Secara umum bentuk penggambaran imajinatif itu ada dua. Pertama, penggambaran imajinatif dengan menghubungkan dua hal. Kedua, penggambaran imajinatif dengan cara membuat metafora yang bisa diindera.
      • Ilmu Badii’ : ilmu yang mempelajari karakter lafazh dari sisi kesesuaian bunyi atau kesesuaian makna. Kesesuaian tersebut bisa dalam bentuk keselarasan ataupun kontradiksi.

      Fashahah
      Berarti implementasi makna melalui lafazh-lafazh yang jelas.
      Fashahah meliputi : 1) Kemudahan pelafalan. 2) Kejelasan makna (tidak gharib). 3) Ketepatan sharaf. 4) Ketepatan nahwu.
      Setiap kalimat yang baliigh mesti fashiih, namun tidaklah kalimat yang fashiih itu selalu baliigh.


      ILMU BAYAN

      Tasybih : uslub yang menunjukkan perserikatan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam sifatnya.

      Rukun-rukun atau unsur-unsurnya ialah :
      1) Musyabbah : obyek yang ingin disifati
      2) Musyabbah bihi : sesuatu yang dijadikan sebagai model untuk perbandingan
      3) Wajh al-syibh : sifat yang terdapat dalam perbandingan
      4) Aadaat al-tasybih : kata yang dipakai untuk menunjukkan adanya tasybih. Bisa berupa huruf (kaaf, ka-anna), fi’il (hasiba, zhanna, khaala, dsb), atau isim (matsal, syibh, syabiih,dsb).

      Tasybih Baliigh : tasybih yang unsur-unsurnya tinggal dua saja yaitu musyabbah dan musyabbah bih.

      Tasybih Tamtsili (Tasybih al-Tamtsil, Matsal) : jenis tasybih yang wajh al-syibh nya murakkab dari beberapa sifat, dan biasanya aqli.

      Tasybih Dhamni : tasybih yang dipahami dari siyaq (konteks) kalimat, dan biasanya dilakukan dengan dua jumlah atau lebih sebagai ganti dari satu jumlah.

      Tasybih Maqlub (Tasybih Yang Dibalik)
      Asalnya, sifat yang ada pada musyabbah bih mesti lebih kuat daripada sifat pada musyabbah. Namun dalam tasybih maqlub, kondisi tersebut dibalik yakni sifat yang ada pada musyabbah lebih kuat daripada yang ada pada musyabbah bih. Pembalikan ini dilakukan untuk tujuan mubalaghah, yakni untuk menunjukkan bahwa sifat yang ada pada musyabbah sudah sangat kuat dan agar perhatian memang tertuju pada musyabbah.

      Tujuan-tujuan Tasybih :
      Secara umum tujuan tasybih ialah untuk menjadikan suatu sifat lebih mudah diindera. Adapun secara terperinci tujuan-tujuan tasybih ialah :
      1) Bayaan miqdaar al-shifat (menjelaskan kualitas sifat)
      2) Taqriir al-shifat (meneguhkan sifat)
      3) Tahsiin al-musyabbah (memperindah musyabbah)
      4) Taqbiih al-musyabbah (memperburuk musyabbah)
      5) Tashwiir al-musyabbah bi shuurah al-thariifah
      6) Itsbaat qadhiyyah al-musyabbah

      Majaz : Penggunaan suatu kata dengan makna yang lain daripada maknanya yang lazim. Kebalikan dari majaz ialah haqiqah.
      Majaz ada dua macam :
      1) Majaz Mursal : majaz yang tidak dibangun diatas tasybih
      2) Isti’arah : majaz yang dibangun diatas tasybih, atau penggunaan kata tidak dalam makna haqiqinya karena adanya hubungan keserupaan (syibh) antara makna yang dipakai tersebut dan makna haqiqinya.

      Isti’arah Tashrihiyah : mengemukakan maksud musyabbah dengan menggunakan lafazh musyabbah bih, dan setiap orang mesti akan memahami bahwa maksud yang sebenarnya ialah musyabbah berdasarkan konteks kalimatnya. Dalam hal ini sang penutur menggunakan musyabbah bih dengan menghilangkan musyabbahnya. Konteks kalimat harus benar-benar menunjukkan bahwa musyabbah bih tidaklah digunakan dalam makna hakikinya, tetapi sebaliknya yakni mengandung makna musyabbah. Indikasi yang demikian ini disebut sebagai qarinah al-isti’arah.

      Isti’arah Makniyah : Dalam isti’arah ini, musyabbah bih tidak muncul dengan jelas akan tetapi sedikit samar. Lafazh yang menunjukkan isti’arah dengan demikian bukanlah lafazh musyabbah bih melainkan lafazh-lafazh yang mengiringinya atau lafazh-lafazh yang menunjukkan sifat-sifatnya. Lafazh-lafazh ini dinisbatkan kepada musyabbah bih. Jadi, tasybih yang ditimbulkan bersifat mudhmar didalam pikiran.
      Apabila suatu isti’arah makniyah menyerupakan sesuatu dengan manusia maka ia disebut tasykhish (personifikasi).

      Kinayah : penunjukan terhadap suatu makna yang dimaksud dengan secara tidak langsung, dimana lafazh yang dipakai tidak sampai keluar dari makna haqiqinya ke makna majazinya.
      Macam-macam kinayah :
      1) Kinayah dari shifat
      2) Kinayah dari dzat
      3) Kinayah dari nisbah

      Rabu, 18 Mei 2011

      Biografi Imam Syafi'i

      1. Namanya
      Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafii bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-Muttalib (ayah Abdul Muttalib kakek Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam) bin Abdi Manaf. Beliau bertemu nasabnya dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam pada Abdi Manaf.
      Beliau bergelar Nashirul hadits (pembela hadits), karena kegigihannya dalam membela hadits dan komitmennya untuk   mengikuti   sunnah   Nabi  Shallallahu   alaihi   wa Salam.1
      1. Kelahiran
      Imam Al-Baihaqi menyebutkan,”Imam Asy-Syafii dilahirkan di kota Ghazzah, kemudian dibawa ke Asqalan, lalu dibawa ke Mekkah.2
      Ibnu Hajar menambahkan,” Imam Asy-Syafii dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di kota Asqalan. Ketika berusia dua tahun ibunya membawanya ke Hijaz dan hidup bersama orang-orang keturunan Yaman karena ibunya dari suku Azdiyah. Diusia 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah karena khawatir nasabnya yang mulia akan lenyap”.3
      1. Perjalanannya menuntut ilmu
      Dalam usia 7 tahun Imam Asy-Syafii selesai menghafal Al-Quran dan usia 10 tahun beliau hafal Al-Muwaththa karya Imam Malik, usia 15 tahun dengan izin gurunya yang bernama Muslim bin Khalid Az-Zanji untuk berfatwa. Beliau juga banyak menghafal syair-syair Hudzail. Setelah itu beliau pergi ke Madinah untuk belajar fiqih dari Imam Malik bin Anas hingga Imam Malik wafat tahun 179H, setelah itu beliau belajar dari Sufyan bin Uyainah.
      Dari hasil menggadaikan rumahnya seharga 16 dinar, Imam Syafii pergi ke Yaman. Karena ketidakmampuannya beliau bekerja di Yaman sambil belajar dari para ulama-ulama di sana di antaranya Ibnu Abi Yahya dan lainnya.
      Ketika itu, di saat pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid terjadi fitnah Alawiyyin yang mengakibatkan seluruh  Alawiyyin terusir dari Yaman termasuk Imam Syafii. Beliau bersama rombongan Alawiyyin dibawa ke Irak dengan diikat dan sambil disiksa. Keluar dari penjara Irak beliau belajar dari para ulama-ulama di sana seperti Imam Muhammad bin Al-Hasan.
      Ketika pemerintahan Al-Makmun yang dikuasai oleh para ulama ahli kalam dan merebak banyak bidah, beliau pergi ke Mesir dan beliau membuka halaqah di masjid Amr bin Al-Ash.
      1. Guru dan muridnya
      Imam Syafii mengambil ilmu dari para ulama di berbagai tempat misalnya di Makkah, Madinah, Kufah, Bashrah, Yaman, Syam dan Mesir. Imam AL-Baihaqi menyebutkan beberapa orang guru Imam Asy-Syafii di antaranya sebagai berikut:
      1. Di Makkkah
      • Imam Sufyan bin Uyainah.
      • Abdurrahman bin Abu Bakar bin Abdullah bin Abu Mulaikah.
      • Ismail bin Abdullah Al-Muqri.
      • Muslim bin Khalid Az-Zanji.
      1. Di Madinah
      • Imam Malik bin Anas.
      • Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawirdi.
      • Ibrahim bin Saad bin Abdurrahman.
      • Muhammad bin Ismail Abu Fudaik.
      1. Di tempat-tempat yang lain
      • Hisyam bin Yusuf Al-Shanani.
      • Mutharrif bin Mazin Al-Shanani.
      • Waki bin Jarrah
      • Muharrmad bin Hasan Al-Syaibani.

      Adapun murid-murid beliau yang terkenal adalah;
      • Rabi bin Sulaiman bin Abdul Jabbar tokoh hadits dan fiqih, menjadi syaikh muazzin di masjid Fusthath.
      • Abu Ibrahim Ismail bin Yahya bin Ismail bin Amr bin Muslim Al-Muzani Al-Mishri.
      • Abu Yaqub Yusuf bin Yahya Al-Mishri Al-Buwaithi.
      • Beliau juga bertemu dengan Imam Ahmad bin Hambal dan saling mengambil ilmu antara keduanya.
      1. Karya-karyanya
      Imam Syafii memiliki karya tulis yang banyak sekali, di antaranya yang paling terkenal adalah:
      1. Kitab Al-Umm, Kitab fiqih yang terdiri dari empat jilid berisi 128 masalah dan terbagi ke da lam 40 bab lebih.
      2. Kitab Al-Risalah Al-Jadidah, Kitab ini dianggap sebagai induk kitab ushul fiqh yang terdiri dari satu jilid besar yang sudah di-tahqiq oleh Ahmad Syakir.
      3. Selain yang dua ini ada beberapa kitab yang dinisbahkan kepada beliau di antaranya kitab Al-Musnad, As-Sunan, Ar-Rad ala Al-Barahimiyah dan Mihnatu Imam Asy-Syafii.

      6.        Wafatnya
      Setelah mengalami penyakit wasir yang menyebabkan keluar darah terus menerus, Imam Asy-Syafii wafat pada akhir bulan Rajab tahun 204H dan dimakamkan di Mesir. Wallahu A lam.

      1 Manaaqib Asy-Syafii, Baihaqi, 1/472
      2 Ibid, 2/71
      3 Tawaali At-Tasis, hal. 51

      Disalin dari:
      Ringkasan Aqidah dan Manhaj Imam Asy-Syafii
      Penyusun: Al-Ustadz Nurul Mukhlishin Asyrafuddin, Lc, M.Ag
      Maktabah Abu Salma Al-Atsari
      Copyleft © 1431 H / 2009 M, Ibnu Majjah 4 Ummat Muslim


      Biografi Imam Syafi'i

      1. Namanya
      Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafii bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-Muttalib (ayah Abdul Muttalib kakek Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam) bin Abdi Manaf. Beliau bertemu nasabnya dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam pada Abdi Manaf.
      Beliau bergelar Nashirul hadits (pembela hadits), karena kegigihannya dalam membela hadits dan komitmennya untuk   mengikuti   sunnah   Nabi  Shallallahu   alaihi   wa Salam.1
      1. Kelahiran
      Imam Al-Baihaqi menyebutkan,”Imam Asy-Syafii dilahirkan di kota Ghazzah, kemudian dibawa ke Asqalan, lalu dibawa ke Mekkah.2
      Ibnu Hajar menambahkan,” Imam Asy-Syafii dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di kota Asqalan. Ketika berusia dua tahun ibunya membawanya ke Hijaz dan hidup bersama orang-orang keturunan Yaman karena ibunya dari suku Azdiyah. Diusia 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah karena khawatir nasabnya yang mulia akan lenyap”.3
      1. Perjalanannya menuntut ilmu
      Dalam usia 7 tahun Imam Asy-Syafii selesai menghafal Al-Quran dan usia 10 tahun beliau hafal Al-Muwaththa karya Imam Malik, usia 15 tahun dengan izin gurunya yang bernama Muslim bin Khalid Az-Zanji untuk berfatwa. Beliau juga banyak menghafal syair-syair Hudzail. Setelah itu beliau pergi ke Madinah untuk belajar fiqih dari Imam Malik bin Anas hingga Imam Malik wafat tahun 179H, setelah itu beliau belajar dari Sufyan bin Uyainah.
      Dari hasil menggadaikan rumahnya seharga 16 dinar, Imam Syafii pergi ke Yaman. Karena ketidakmampuannya beliau bekerja di Yaman sambil belajar dari para ulama-ulama di sana di antaranya Ibnu Abi Yahya dan lainnya.
      Ketika itu, di saat pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid terjadi fitnah Alawiyyin yang mengakibatkan seluruh  Alawiyyin terusir dari Yaman termasuk Imam Syafii. Beliau bersama rombongan Alawiyyin dibawa ke Irak dengan diikat dan sambil disiksa. Keluar dari penjara Irak beliau belajar dari para ulama-ulama di sana seperti Imam Muhammad bin Al-Hasan.
      Ketika pemerintahan Al-Makmun yang dikuasai oleh para ulama ahli kalam dan merebak banyak bidah, beliau pergi ke Mesir dan beliau membuka halaqah di masjid Amr bin Al-Ash.
      1. Guru dan muridnya
      Imam Syafii mengambil ilmu dari para ulama di berbagai tempat misalnya di Makkah, Madinah, Kufah, Bashrah, Yaman, Syam dan Mesir. Imam AL-Baihaqi menyebutkan beberapa orang guru Imam Asy-Syafii di antaranya sebagai berikut:
      1. Di Makkkah
      • Imam Sufyan bin Uyainah.
      • Abdurrahman bin Abu Bakar bin Abdullah bin Abu Mulaikah.
      • Ismail bin Abdullah Al-Muqri.
      • Muslim bin Khalid Az-Zanji.
      1. Di Madinah
      • Imam Malik bin Anas.
      • Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawirdi.
      • Ibrahim bin Saad bin Abdurrahman.
      • Muhammad bin Ismail Abu Fudaik.
      1. Di tempat-tempat yang lain
      • Hisyam bin Yusuf Al-Shanani.
      • Mutharrif bin Mazin Al-Shanani.
      • Waki bin Jarrah
      • Muharrmad bin Hasan Al-Syaibani.

      Adapun murid-murid beliau yang terkenal adalah;
      • Rabi bin Sulaiman bin Abdul Jabbar tokoh hadits dan fiqih, menjadi syaikh muazzin di masjid Fusthath.
      • Abu Ibrahim Ismail bin Yahya bin Ismail bin Amr bin Muslim Al-Muzani Al-Mishri.
      • Abu Yaqub Yusuf bin Yahya Al-Mishri Al-Buwaithi.
      • Beliau juga bertemu dengan Imam Ahmad bin Hambal dan saling mengambil ilmu antara keduanya.
      1. Karya-karyanya
      Imam Syafii memiliki karya tulis yang banyak sekali, di antaranya yang paling terkenal adalah:
      1. Kitab Al-Umm, Kitab fiqih yang terdiri dari empat jilid berisi 128 masalah dan terbagi ke da lam 40 bab lebih.
      2. Kitab Al-Risalah Al-Jadidah, Kitab ini dianggap sebagai induk kitab ushul fiqh yang terdiri dari satu jilid besar yang sudah di-tahqiq oleh Ahmad Syakir.
      3. Selain yang dua ini ada beberapa kitab yang dinisbahkan kepada beliau di antaranya kitab Al-Musnad, As-Sunan, Ar-Rad ala Al-Barahimiyah dan Mihnatu Imam Asy-Syafii.

      6.        Wafatnya
      Setelah mengalami penyakit wasir yang menyebabkan keluar darah terus menerus, Imam Asy-Syafii wafat pada akhir bulan Rajab tahun 204H dan dimakamkan di Mesir. Wallahu A lam.

      Disalin dari:
      Ringkasan Aqidah dan Manhaj Imam Asy-Syafii
      Penyusun: Al-Ustadz Nurul Mukhlishin Asyrafuddin, Lc, M.Ag
      Maktabah Abu Salma Al-Atsari
      Copyleft © 1431 H / 2009 M, Ibnu Majjah 4 Ummat Muslim

      Download Pidato Bahasa Arab pdf

      Download Pidato Bahasa Arab pdf Download kitab gratis di bacaanislam.blogspot.com, Silahkan download Pidato Bahasa Arab pdf. Car...