Jumat, 19 Agustus 2011

CIRI-CIRI WANITA AHLI SURGA

Rasulullah bersabda : "AWWALU MAA TUS-ALUL MARATU YAUMAL QIYAAMATI ANSHOLAATIHAA WA AN BA LIHAA" (Al Hadits). "Pertama kali yang dipertanyakan kepada seorang istri pada hari kiamat adalah tentang sholatnya dan suaminya".

Rasulullah bersabda : " Permulaan yang di perhitungkan dari seorang lelaki (suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-perkara yang di kuasainya. jika pergaulannya bersama mereka baik dan lelaki itu baik kepada semuanya, maka Allah membuat bagus kepadanya. Dan permulaan perkara yang di perhitung (yakin dihisab) bagi perempuan adalah tentang sholatnya kemudian tentang hak-hak suaminya. (al hadits)

Rasulullah SAW bersabda kepada istrinya : "dimana engkau mempunyai kewajiban kepada suami mu?, istri Beliau menjawab: "aku tidak akan berbuat lalai dalam melayaninya, kecuali terhadap hal-hal yang kurasa tidak mampu ku lakukan.

Rasulullah SAW pun melanjutkan ; "Bagaimanapun kamu bergaul bersamanya maka sesungguhnya suamimu adalah surga dan neraka mu". (al hadits)

Tersebut dalam riwayat, bahwa Nabi SAW bersabda : "Ada empat macam wanita yang masuk surga dan empat macam wanita yang lain masuk neraka.
Diantara empat macam wanita yang masuk surga itu adalah :
1. Istri yang memelihara kesucian (kehormatan dirinya),
2. Menaati perintah Allah dan menaati suaminya,
3. Banyak anaknya, penyabar, mudah menerima pemberian sedikit bersama suaminya,
4. Mempunyai rasa malu.

yang lain adalah istri yang di tinggal mati suaminya, ia mempunyai anak banyak tetapi ia menahan diri untuk kepentingan anak2nya, memelihara mereka, berlaku baik kepada mereka dan tidak menikah lagi karena khawatir jika menyia-nyiakan anak-anaknya itu.

Rasulullah SAW bersabda : "Allah mengharamkan setiap orang masuk surga sebelum aku, hanya saja melihat dari sebelah kananku seorang perempuan yang mendahului aku menuju pintu surga.

Aku bertanya : "Bagaimana perempuan ini mendahuluiku?... dijawab : "Hai Muhamammad, dia adalah perempuan yang bagus. ia mempunyai anak-anak yatim tetapi ia bersabar merawat mereka sehingga mencapai usia baligh. lalu ia bersyukur kepada Allah terhadap semua itu". (al hadits)

Ibnu Abbas Ra mengatakan, ada seorang perempuan dari kats'am menghadap Rasulullah SAW, katanya : "Aku ini seorang perempuan yang masih sendirian, aku bermaksud menikah. Sesungguhnya apa sajakah hak-hak suami itu?
Beliau menjawab : "Apabila suami menghendaki istrinya seraya terus menggoda, sementara waktu itu istrinya masih diatas punggung unta, maka dia tidak boleh menolaknya.
Diantara hak-hak seorang suami adalah :
  1. Hendaknya istri jangan memberikan sesuatu apapun dari rumahnya kecuali seizin suaminya. klo ia masih melakukan perbuatan itu, maka ia berdosa dan pahalanya diberikan kepada suaminya.
  2. Hendaknya istri jangan berpuasa sunnah kecuali mendapat izin dari suaminya, kalau dia tetap berpuasa maka hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, puasanya tidak diterima.
  3. Kalau istrinya memaksa keluar rumah tanpa memperoleh izin dari suaminya, maka ia dilaknati oleh para malaikat, hingga kembali dan bertaubat. (al hadits)
Rasulullah ditanya oleh putrinya Sayyidatina Fatimah Az-Zahra tentang penglihatan Beliau SAW mengenai wanita yang ditemuinya di neraka dan Nabi menjawab : "....Wahai putriku, (1) Perempuan yang digantung menggunakan rambutnya sendiri adalah disebabkan ia tidak menutup rambutnya dari pandangan laki-laki lain, (2) Perempuan yang digantung menggunakan lidahnya disebabkan ia suka manyakiti hati suaminya, (3) Perempuan yang digantung menggunakan kedua susunya disebabkan ia mengotori tempat tidur suaminya (dia bersetubuh dengan laki-laki lain), (4) Perempuan yang dipasung kedua kakinya pada kedua susu dan kedua tangannya dirantai keubun-ubunnya, sementara Allah memerintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksanya, disebabkan dia tidak mandi jinabat, tidak mandi setelah haid, dan meremehkan sholat, (5) Perempuan yang berkepala babi dan keledai sesungguhnya perempuan itu suka mengadu-adu lagi pendusta, (6) adapun perempuan yang berbentuk anjing dan membakar dirinya masuk melalui mulut dan keluar melalui duburnya, sesungguhnya disebabkan dia perempuan yang suka mengungkit-ungkit (pemberian dari suaminya) lagi berhati dengki. Wahai putriku, celaka sekali istri yang bermaksiat (durhaka) kepada suaminya". (Al hadits)


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini dikutip dr http://meyheriadi.blogspot.com
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Selasa, 16 Agustus 2011

KEUTAMAAN MELAKSANAKAN SHOLAT TARAWIH

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
  5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
  9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan.
http://wongalus.wordpress.com/

Download Pidato Bahasa Arab pdf

Download Pidato Bahasa Arab pdf Download kitab gratis di bacaanislam.blogspot.com, Silahkan download Pidato Bahasa Arab pdf. Car...