Senin, 23 Juli 2012

Langkah-langkah Kegiatan Penerapan Metode Mengajar PAKEM



Langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAKEM dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah pertama: Persiapan. Sudah barang tentu, pendidik telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai persiapan formal untuk menerapkan metode mengajar ini. Guru juga telah mempersiapan semua perangkat media, alat, dan prasyarat lain yang diperlukan untuk melaksanakan metode ini, misalnya (1) surat perizinan (jika diperlukan), (2) contoh instrumen wawancara yang akan digunakan oleh siswa, (3) contoh tulisan tentang kisah seorang pekerja keras yang berhasil di suatu desa, contoh ”Petani Pepaya”,”Pedagang Bunga”, dan sebagainya. Metode mengajar ini akan dilaksanakan dengan membawa siswa untuk mengikuti oubond ke suatu daerah pedesaan. Anak-anak selama sehari atau dua hari untuk mengumpulkan data dan informasi tentang mata pencaharian penduduk, dan kemudian menuliskan tentang apa-apa yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut. Langkah persiapan ini dilakukan oleh guru jauh sebelum proses pembelajaran dimulai.
Langkah kedua: Membuka pelajaran. Jangan lupa memberikan salam kepada semua siswa. Beritahukan kepada siswa bahwa untuk pelajaran kali ini, para siswa akan diajak untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan metode yang belum pernah dilakukan, yakni yang disebut sebagai foxfire. Berikan kepada siswa tentang metode foxfire ini secara jelas. Metode mengajar ini sudah cukup efektif dapat dilaksanakan untuk siswa kelas tinggi di Sekolah Dasar, misalnya kelas V dan VI. Topik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang akan diajarkan misalnya adalah ”Mata Pencaharian”. Ada beberapa informasi yang harus disampaikan kepada siswa.
1.  Guru menjelaskan bahwa para siswa dalam waktu sehari dua hasil akan diajak untuk mengumpulkan data tentang mata pencaharian penduduk desa. Para siswa diberikan keterampilan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan masyarakat desa. Bahkan kalau perlu melakukan observasi partisipatif, misalnya ikut memerah susu sapi, ikut menanam padi, atau ikut membuat barang-barang keterampilan, dan sebagainya. Metode ini dalam beberapa hal sama dengan metode widyawisata atau sinau wisata, atau sekarang banyak dikenal dengan outbound di daerah alam pegunungan, di daerah pedesaan. Kalau perlu untuk melaksanakan kegiatan ini dibentuk panitia kecil, atau pembagian tugas untuk pekerjaan-pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siswa dengan didampingi oleh dewan pendidik.
2.   Untuk dapat menulis tentang data yang berhasil dikumpulkan, para siswa diberikan keterampilan dasar tentang menulis. Misalnya membuat kalimat aktif secara singkat dalam bentuk S/P/O atau subyek-predikat-obyek. Anak-anak dibiasakan dapat menulis kalimat aktif, singkat dan tidak bertele-tele. Guru menjelaskan metode 5H dan 1W atau enam aspek yang penting dalam membuat karangan, yakni apa, dimana, siapa, when, mengapa, dan bagaimana. Apa yang terjadi, dimana kejadian itu, siapa yang terlibat dalam kejadian itu, kapan terjadinya, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana proses kejadian itu.
3.   Hal yang sangat penting untuk dijelaskan kepada siswa adalah tentang rencana penerbitan semua tulisan yang dihasilkan dari kegiatan ini. Kalau ada penerbit yang akan menerbitkan tulisan tersebut, maka sekolah akan menerbitkan dalam bentuk buletin sekolah, atau juga dapat dipajangkan di majalah dinding yang dikelola oleh para siswa.
Langkah Ketiga: Guru dan siswa berangkat ke daerah yang telah ditetapkan. Dengan bimbingan beberapa guru yang dilibatkan dalam kegiatan ini, siswa mulai melakukan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara yang telah diberikan kepada siswa. Ada beberapa siswa yang bertugas mengambil gambar dengan menggunakan handycam dan tustel yang sengaja mereka bawa. Dengan semangat, para siswa mecari dan menemui responden yang telah ditetapkan. Minimal siswa harus dapat mewawancari, misalnya 5 (lima) responden di daerah itu. Jika ada kesempatan, para siswa dapat melakukan kegiatan observasi partisipatif bersama penduduk di daerah itu, misalnya ikut menanam padi, ikut memanen kopi, ikut memerah susu sapi, dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini akan lebih dapat memberikan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan dan mengesankan bagi siswa. Setelah kegiatan pengumpulan data dan informasi selesai dilaksanakan, maka para guru dan siswa kembali ke sekolah dengan menggunakan transportasi yang telah disiapkan. Selama perjalan pulang pergi para siswa dan guru dapat bernyanyi dengan girangnya. Pesawat televisi di bus biasanya dapat memutar lagu-lagu karaoke yang sangat bermanfaat untuk kegiatan yang menyenangkan ini. Lagu-lagu dan permainan pramuka dapat juga digunakan untuk menggairahkan semangat para siswa.
Langkah keempat: Pengolahan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan kemudian dapat dilakukan di sekolah. Para siswa mengisi tabel yang telah disiapkan, menjumlah data statistik, menghitung prosentase, mengumpulkan foto yang berhasil dicetak, bahkan dapat pula membuat grafik yang diperlukan. Dari hasil pengolahan data dan informasi itulah kemudian dibuatkan tulisan. Para guru perlu memberikan bimbingan kepada siswa bagaimana menulis dengan baik. Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk melakukannya sendiri. Jangan sekali-kali membuatkan tulisan untuk siswa. Biarkan siswa membuat konsepnya, lalu berikan kepada teman lainnya untuk membaca dan mengoreksi tulisan tersebut. Tulisan itu dikoreksi juga oleh para guru. Akan lebih baik lagi jika semua itu dapat dikerjakan di ruang laboratorium komputer. Kalau para siswa belum mempunyai kemampuan menulis dengan mesin ketik atau menggunakan program Micorsoft Word di komputer, para siswa dapat menulis di kertas biasa. Itu sudah terlalu cukup.
Langkah Kelima: Adakan diskusi kelas untuk membahas hasil pekerjaan siswa tersebut.  Berikan kesempatan kepada siswa yang diberikan tugas untuk menulis untuk menjelaskan tentang tulisan yang dihasilkan. Kemudian, berikan kepada semua siswa, atau kepada semua kelompok untuk memberikan komentar dan koreksi terhadap tulisan tersebut. Guru dapat memberikan komentar dan koreksi terhadap tulisan tersebut. Jangan sampai lupa memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah melaksanakan kegiatan ini.
Langkah Keenam: Pajanglah semua hasil tulisan siswa tersebut di tempat yang telah ditentukan. Jangan sekali-kali ada tulisan yang tidak dipajang. Berikan kesempatan kepada kelas lain untuk menyaksikan hasil pekerjaan siswa. Ajak kepala sekolah dan guru lainnya untuk memberikan apresiasi terhadap hasil pekerjaan siswa.
Langkah ketujuh:  Undang penerbit untuk kemungkinan dapat menerbitkan semua hasil tulisan siswa. Kalau bisa langsung dapat diterbitkan. Kalau perlu dapat diedit terlebih dahulu oleh tim yang dibentuk untuk itu. Kalau tidak dapat diterbitkan oleh penerbit, maka sekolah dapat menerbitkan dalam bentuk majalah sekolah, atau dapat dijadikan bahan untuk penerbitan majalan dinding di sekolah.
Jika hasil tulisan siswa memang layak diterbitkan menjadi buku yang laku dijual di pasar, maka tidak mustahil sekolah akan memperoleh keuntungan yang tidak kecil dari kegiatan ini. Demikian juga dengan siswa. Kalau metode ini dapat berjalan dengan lancar, maka uang yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan untuk mengadakan peralatan yang diperlukan oleh siswa, misalnya papan soft board, rak display, dan kalau perlu dapat untuk menambah koleksi bukau di perpustakaan sekolah. Alangkah indahnya kalau ini dapat dicapai. Siapa bilang sekolah tidak dapat memperoleh income yang merupakan hasil dari kristalisasi keringat, para guru dan siswanya. Begitulah kata Tukul? Mudah-mudahan.
Refleksi
Metode mengajar ini memang masih terasa agak asing bagi kebanyakan guru di negeri ini. Tetapi, jika para pendidik dapat mencoba untuk menerapkannya, maka metode itu akan membuat proses pembelajaran berlangsung lebih unik dan menarik. Pada awalnya, mungkin akan terasa sulit, karena semua permulaan itu memang sulit. All beginning is difficult.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Pidato Bahasa Arab pdf

Download Pidato Bahasa Arab pdf Download kitab gratis di bacaanislam.blogspot.com, Silahkan download Pidato Bahasa Arab pdf. Car...