Metode
mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang
dipergunakan oleh guru atau instruktur. Dalam pengertian lain metode adalah
teknik penyajian yang digunakan oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan
pelajaran kepada siswa di dalam kelas agar pelajaran tersebut dapat ditangkap,
dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik.
Mengajar
sebagai bagian penting dari upaya mencapai tujuan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari hakikat
pendidikan itu sendiri sebagai suatu bentuk
usaha untuk memanusiakan manusia. Jika dihubungkan dengan Pengertian
Pendidikan
diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan
pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa sehingga
alam lingkungan sekolah dimaksudkan sebagai lembaga untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang
ditegaskan dalam UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Siswa
sebagai sasaran pembelajaran, dituntut untuk meningkatkan kemampuan belajarnya
sehingga dapat memiliki hasil belajar yang baik agar tujuan pendidikan dapat
tercapai. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, maka salah satu
komponen yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan metode mengajar yang
tepat agar siswa dapat menguasai dan memahami konsep-konsep materi pembelajaran
dan keterampilan.
Metode
mengajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting oleh guru dalam proses
belajar mengajar di sekolah. Dengan menggunakan metode mengajar yang tepat
diharapkan siswa dapat memahami secara optimal materi pelajaran yang diajarkan
oleh guru. Menurut Djayadisastra (1985:13) mengemukakan bahwa “berhasil
tidaknya siswa dalam pembelajaran sangat tergantung pada tepat atau tidaknya
metode mengajar yang dipergunakan oleh guru”.
Beberapa
jenis metode mengajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran antara
lain: metode ceramah, resitasi, tanya jawab, diskusi dan sebagainya. Namun
metode ceramah lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada siswa, sehingga
guru tidak mampu untuk mengontrol sejauhmana siswa telah memahami uraian
pelajaran yang telah diberikan oleh guru, karena ketenangan atau kediaman siswa
dalam mendengarkan pelajaran belum pasti bahwa siswa telah memahami uraian dari
pelajaran yang diberikan oleh guru. Selain itu metode ceramah yang selalu
digunakan dan terlalu lama dapat menimbulkan kejenuhan dan kebosanan bagi
siswa, sehingga proses pembelajaran tidak berlangsung secara efisien dan tujuan
pembelajaran tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.
Salah satu
usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan
metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan
kegiatan belajar mengajar.
Menurut
Winarno yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:148) metode pengajaran adalah
cara-cara pelaksanaan daripada proses pengajaran, atau soal bagaimana teknisinya
sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada siswa di sekolah.
Kedudukan Metode Mengajar dalam Proses KBM
1.
Metode Mengajar Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik
Sebagai
salah satu komponen pengajaran, metode mempunyai peranan penting dalam kegiatan
belajar mengajar. Tidak ada satu pun kegiatan belajar mengajar yang tidak
menggunakan metode pengajaran. Ini berarti bahwa metode adalah alat motivasi
ekstrinsik dalam kegiatan proses belajar mengajar. Menurut Sardiman yang
dikutif oleh Djamarah dan Zain (2006:73) “motivasi ekstrinsik adalah
motif-motif yang aktif dan berfungsinya, karena adanya perangsang dari luar.
Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat
membangkitkan belajar seseorang.
2.
Metode Mengajar Sebagai Strategi Pengajaran
Dalam
kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam
waktu yang relatif sama. Daya serap anak didik terhadap pelajaran yang
diberikan bermacam-macam, ada cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat.
Faktor intelegensi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran
yang diberikan oleh guru. Untuk sekelompok anak didik boleh jadi mereka mudah
menyerap bahan pelajaran dengan metode tanya jawab, tetapi untuk sekelompok
anak didik yang lain, mereka lebih mudah menyerap bahan pelajaran bila guru
menggunakan metode demonstrasi atau metode eksperimen.
Karena itu,
dalam kegiatan belajar mengajar, menurut Roestiyah NK yang dikutip oleh
Djamarah dan Zain (2006:74). “Guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat
belajar secara efektif dan efisien, mengenal pada tujuan yang diharapkan”.
Untuk memiliki strategi itu harus menguasai teknik-teknik penyajian atau metode
mengajar. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai
alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
3.
Metode Mengajar Sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan
Metode
adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan menggunakan metode secara
akurat diharapkan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Seorang guru harus
melakukan pemilihan dan penentuan metode yang akan digunakan sehingga
memungkinkan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar