Suatu Metode
Memahami Teks/Bacaan
Metode ini dikembangkan oleh Francis
P. Robinson di Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat, yang bersifat
praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. SQ3R merupakan
singkatan dari langkah – langkah mempelajari teks yang meliputi :
1.
SURRVEY:
Memeriksa
atau meneliti atau mengindentifikasi seluruh teks dalam bacaan.
2..
QUESTION ::
Menyusun
daftar pertanyaan yang relevan dengan teks yang dipelajari.
3..
READ ::
Membaca teks
secara aktif untuk mencari jawaban atas pertayaan – pertanyaan yang telah
disusun.
4. RECITE
::
Menghafal
setiap jawaban yang telah ditemukan.
5.
REVEW ::
Meninjau
ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun.
PERUMUSAN
TUJUAN PEMBELAJARAN & KAITANNYA DENGAN TAKSONOMI HASIL BELAJAR
Hasil
belajar yang dicapai oleh mahasiswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan
pembelajaran yang direncanakan oleh guru sebalumnya. Hal ini dipengaruhi pula
oleh kemampuan guru sebagai perancang (designer) belajar – mengajar. Untuk itu
guru dituntut untuk menguasai Klasifikasi Tujuan Pendidikan ( Taxonomy of
Educational Objectives ). Tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke
dalam 3 kategori, yaitu :
1. Domain
Kognitif,
Mencakup
tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan, dan kemampuan
intelektual.
2. Domain
Afektif,
Mencakup
tujuan – tujuan yang berhubungan dengan perubahan – perubahan sikap, nilai,
perasaan dan minat.
3. Domain
Psikomotor.
Mencakup tujuan
– tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).
AA..
Klasifikasi tujuan kognitif
Domain
Kognitif terdiri atas 6 bagian sebagai berikut :
1. Ingatan
(recall) / Pengetahuan
Mengacu
kepada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang
sederhana sampai pada teori – teori yang sukar.
Yang penting
adalah kemampuan mengingat keterangan dengan benar.
2. Pemahaman
Mengacu
kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu tingkat diatas
pengetahuan dan merupakan tingkat berpikir yang rendah.
3. Penerapan
Mengacu kepada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah
dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan atau
prinsip.
4. Analisis
Mengacu
kepada kemampuan menguraikan materi kedalam komponen – komponen atau factor
penyebabnya dan mampu memahami hubungan diantara bagian yang satu dengan yang
lainnya, sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti.
5. Sintesis
Mengacu
kepada kemampuan memadukan konsep atau komponen – komponen, sehingga membentuk
suatu pola struktur atau bentuk baru.
6. Evaluasi
Mengacu
kepada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai – nilai materi untuk
tujuan tertentu. Evaluasi merupakan tingkat berpikir yang tinggi.
BB..
KKllaassiiffiikkaassii TTuujjuuaann AAffeekkttiiff ((KKrraatthhwwoohhll,,
11996644)) ::
Terbagi
dalam 5 kategori, yakni :
1.
Penerimaan
Mengacu pada
kesukarelaan dan kemampuan memperhatikan dan memberikan respons terhadap
stimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar yang terendah
dalam domain afektif.
2. Pemberian
Respons
Dalam hal
ini, mahasiswa mulai terlibat secara aktif, menjadi peserta dan tertarik.
3. Penilaian
Mengacu pada
nilai – nilai pribadi yang ditandai dengan reaksi – reaksi seperti menerima,
menolak atau tidak menghiraukan. Hal ini dapat terlihat dalam sikap dan
apresiasi.
4.
Pengorganisasian Mengacu kepada penyatuan nilai. Sikap – sikap yang berbeda
yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik – konflik internal dan
akhirnya membentuk suatu system nilai internal mahasiswa yang tercermin dalam
perilakunya.
5.
Karakterisasi
Mengacu pada
karakter dan gaya hidup seseorang. Tujuan dalam kategori ini ada hubungannya
dengan ketentuan pribadi, social dan emosi mahasiswa.
CC..
KKllaassiiffiikkaassii TTuujjuuaann PPssiikkoommoottoorr ((DDaavvee,,
11997700)) ::
Terbagi
dalam 5 kategori sebagai berikut :
1. Peniruan
Terjadi
ketika mahasiswa mengamati suatu gerakan. Mahasiswa mulai memberi respons
serupa dengan yang diamatai. Mengurangi koordinasi dan control otot – otot
syaraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan belum sempurna.
2.
Manipulasi
Menekankan
perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan – gerakan pilihan
yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini, mahasiswa
menampilkan sesuatu menurut petunjuk – petunjuk dan tidak hanya meniru tingkah
laku saja.
3. Ketetapan
Memerlukan
kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respons
– respons lebih terkoreksi dan kesalahan – kesalahan dibatasi sampai pada
tingkat minimum.
4.
Artikulasi
Menekankan
koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan
mencapai yang diharapkan atau terbentuk konsistensi internal diantara gerakan –
gerakan yang berbeda.
5.
Pengalamiahan
Menuntut
tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik
maupun psikis. Gerakannya dilakukan secara rutin. Pengalamiahan merupakan
tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar